Tampilkan postingan dengan label Fisika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fisika. Tampilkan semua postingan

Rangkuman + Rumus Energi

Rabu, 10 April 2013


* ENERGI
    Energi merupakan kemampuan untuk melakukan usaha
A.Energi Potensial
       Yaitu energi yang dimiliki suatu benda, karena ketinggiannya. Atau Energi potensial merupakan energi yang dihubungkan dengan gaya-gaya yang bergantung pada posisi atau wujud benda dan lingkungannya. Banyak sekali contoh energi potensial dalam kehidupan kita. Karet ketapel yang kita regangkan memiliki energi potensial. Karet ketapel dapat melontarkan batu karena adanya energi potensial pada karet yang diregangkan. Demikian juga busur yang ditarik oleh pemanah dapat menggerakan anak panah, karena terdapat energi potensial pada busur yang diregangkan. Contoh lain adaah pegas yang ditekan atau diregangkan. Energi potensial pada tiga contoh ini disebut senergi potensial elastik. Energi kimia pada makanan yang kita makan atau energi kimia pada bahan bakar juga termasuk energi potensial. Ketika makanan di makan atau bahan bakar mengalami pembakaran, baru energi kimia yang terdapat pada makanan atau bahan bakar tersebut dapat dimanfaatkan. Energi magnet juga termasuk energi potensial. Ketika kita memegang sesuatu yang terbuat dari besi di dekat magnet, pada benda tersebut sebenarnya bekerja energi potensial magnet. Ketika kita melepaskan benda yang kita pegang (paku, misalnya), dalam waktu singkat paku tersebut bergerak menuju magnet dan menempel pada magnet. Perlu dipahami bahwa paku memiliki energi potensial magnet ketika berada jarak tertentu dari magnet; ketika menempel pada magnet, energi potensial bernilai nol.
    Rumus : Ep = m.g.h         m = EP         g = EP             h =  EP
                                                   g . h             m . h             m . g
            Ket : Ep = energi potensial (j)
                     m  = massa (Kg)
                     g   = percepatan gravitasi (m/s2)
                      h   = ketingian benda (m)
B. Energi Kinetik
        Yaitu energi yang dimiliki suatu benda, karena gerak/kecepatannya. Energi Kinetik Setiap benda yang bergerak memiliki energi. Ketapel yang ditarik lalu dilepaskan sehingga batu yang berada di dalam ketapel meluncur dengan kecepatan tertentu. Batu yang bergerak tersebut memiliki energi. Jika diarahkan pada ayam tetangga maka kemungkinan besar ayam tersebut lemas tak berdaya akibat dihajar batu. Pada contoh ini batu melakukan kerja pada ayam ;) Kendaraan beroda yang bergerak dengan laju tertentu di jalan raya juga memiliki energi kinetik. Ketika dua buah kendaraan yang sedang bergerak saling bertabrakan, maka bisa dipastikan kendaraan akan digiring ke bengkel untuk diperbaiki. Kerusakan akibat tabrakan terjadi karena kedua mobil yang pada mulanya bergerak melakukan usaha / kerja satu terhadap lainnya. Ketika tukang bangunan memukul paku menggunakan martil, martil yang digerakan tukang bangunan melakukan kerja pada paku.
    Rumus : Ek = 1.m.v2             Ek = m.v2      m = 2/Ek         v2 = 2.Ek  
                           2                               2                   v2                       m
Ket : Ek = energi kinetik
                     m  = massa
                     v2  = kecepatan gerak benda
C. Energi Mekanik
     Yaitu energi yang terdiri dari energi potensial dan energi kinetik.
   Rumus :Em = Ep + Ek             Ep = Em + Ek         Ek = Em + Ep
      Ket : Em = energi mekanik
               Ep  =  energi potensial
               Ek  =  energi kinetik
Jika membutuhkan materi ini dalam bentuk dokumen, nih link downloadnya:

Download Rangkuman + Rumus Energi

Rangkuman + Rumus Gaya


*   GAYA
Gaya ada 2 yaitu :
  1. Gaya Sentuh: gaya yang bekerja melalui persentuhan
contoh : orang yang mendorong meja

  1. Gaya tak Sentuh: gaya yang bekerja tidak melalui persentuhan
contoh : buah jatuh

A. Perpaduan gaya / Resultan gaya
     Rumus : R = F1 + F2
                   R = F1 - F2
B. Berat gaya
     Rumus : w = m . g          m = w             g = w
                                                     g                   m
            Ket  : w  = berat benda (N)
                     m = massa (Kg)
                     g  = percepatan gravitasi (N/kg) atau (m/s2)
C. Percepatan gaya
      Rumus : F = m . a     a = F            m = F
                                               m                  a
           Ket: F= Force/ Gaya (N)
                  m= Massa (kg)
                  a= Acceleration/ percepatan (m/s2)

HUKUM-HUKUM NEWTON TENTANG GERAK
1). Hukum I Newton (Hukum Kelembaman)
Hukum ini menyatakan bahwa suatu benda akan cenderung mempertahankan keadaan diam atau bergerak lurus beraturan jika tidak ada gaya yang bekerja pada benda tersebut atau gaya total yang bekerja pada benda tersebut sama dengan nol. Atau dikatakan bahwa benda yang diam akan tetap diam dan benda yang bergerak lurus dengan kecepatan tetap akan tetap bergerak lurus dengan kecepatan tetap. Pernyataan Hukum I Newton ini secara matematis dapat dituliskan sebagai: ?F = 0 (Jumlah dari semua gaya yang bekerja sama dengan nol.)
2). Hukum II Newton
Hukum Newton ini menyatakan bahwa resultan gaya yang bekerja pada suatu benda akan menghasilkan percepatan yang arahnya sama dengan arah resultan gaya tersebut dan berbanding lurus dengan besar gaya dan berbanding terbalik dengan massa benda. Atau dapat dikatakan bahwa percepatan suatu benda dengan resultan gaya dan berbanding terbalik dengan massanya. Secara matematis dituliskan sebagai :

Gaya dinyatakan dalam satuan Newton, massa dalam satuan kg dan percepatan dalam satuan meter per detik. Semakin besar massa benda maka semakin besar gaya yang diperlukan dan semakin besar percepatan suatu benda maka gaya yang diperlukan juga akan semakin besar Hukum II Newton ini dapat pula dinyatakan dengan laju perubahan momentum sebuah benda yang bergerak sebanding dan searah dengan gaya yang mempengaruhinya dan diformulasikan sebagai:
F = d(mv) / dt
Gaya merupakan turunan dari fungsi momentum suatu benda terhadap waktu. Jika massa benda adalah tetap maka:
F = m dv/dt
Gaya merupakan hasil kali antara massa benda dengan turunan fungsi kecepatan suatu benda terhadap waktu.
3). Hukum III Newton
Hukum III Newton disebut juga sebagai hukum aksi-reaksi, karena hukum ini membahas tentang gaya reaksi yang disebabkan oleh gaya aksi. Syarat berlakunya hukum III Newton ini adalah gaya aksi-reaksi harus bekerja pada dua benda yang berlainan dan arah kedua gaya tersebut adalah berlawanan. Hukum ini menyatakan jika suatu benda mengerjakan gaya pada benda lain, maka benda yang kedua ini akan mengerjakan gaya pada benda pertama yang besarnya sama dan arahnya berlawanan. Secara matematis dituliskan sebagai:
F. aksi = -F. reaksi
Besarnya gaya reaksi sama dengan besarnya gaya aksi. Tanda negatif menyatakan bahwa arah gaya reaksi berlawanan dengan arah gaya aksi.

Jika membutuhkan materi ini dalam bentuk dokumen, nih link downloadnya: